Jelajah Fauna – Dari tepi danau, burung jakana bisa terlihat seolah berjalan di permukaan air. Jika diperhatikan lebih dekat, setiap langkahnya bertumpu pada daun atau bagian tumbuhan yang mengapung. Burung yang juga dikenal sebagai burung sepatu ini berasal dari famili Jacanidae. Anggotanya hidup di kawasan tropis di berbagai belahan dunia. Ciri yang paling mudah dikenali justru terlihat saat ia melangkah. Jari dan kukunya memanjang jauh dari bagian kaki yang menapak. Bentuk itu membantu jakana berpindah dari satu daun ke daun lain sambil mencari makan. Sementara itu, tanaman yang sebagian mencuat dari air juga bisa menjadi pijakan. Bagi jakana, hamparan vegetasi di danau berfungsi sekaligus sebagai jalur berjalan, tempat mencari mangsa, dan lokasi untuk membangun sarang.
Jari Panjang Menyebarkan Beban ke Permukaan yang Lebih Luas
Ketika burung jakana menginjak daun, jari-jarinya merentang dan menyebarkan berat tubuh ke area yang lebih luas. Prinsipnya mirip alas kaki lebar saat orang melangkah di permukaan lunak. Semakin luas area yang menopang beban, semakin kecil tekanan pada tiap bagian permukaan. Selain itu, kuku yang memanjang menambah jangkauan pijakannya. Adaptasi ini berguna karena daun terapung bisa bergerak atau miring ketika menahan beban. Jakana dapat melangkah di antara daun sambil tetap menjangkau mangsa di sela tanaman. Dari jauh, langkahnya mungkin tampak canggung karena ukuran jari yang mencolok. Namun, jika dilihat dari permukaan tempatnya berjalan, bentuk kaki tersebut masuk akal. Di atas daun yang mudah bergeser, lebar pijakan lebih berguna daripada langkah yang sekadar cepat.
Sela Daun Menjadi Tempat Mencari Serangga
Saat mencari makan, jakana dapat berhenti di atas daun dan mematuk mangsa kecil di sekitarnya. Makanan utamanya berupa serangga dan invertebrata lain yang hidup pada tumbuhan air atau dekat permukaan. Selain itu, jakana juga dapat memakan biji tumbuhan. Letak mangsa membantu menjelaskan mengapa burung ini kerap bergerak di antara tanaman terapung. Satu pijakan memberi akses ke tepi daun, sedangkan pijakan berikutnya membuka jangkauan ke sela batang. Karena itu, hamparan daun yang tampak seragam dari tepi danau sebenarnya menawarkan banyak titik untuk mencari makan. Bentuk kaki dan pola makannya pun saling berkaitan. Jari yang lebar memberi jakana kesempatan untuk berhenti di tempat yang tepat dan menjangkau mangsa tanpa harus meninggalkan pijakannya.
Jakana Betina Umumnya Lebih Besar daripada Jantan
Pada burung jakana, betina umumnya berukuran lebih besar daripada jantan. Meski begitu, warna bulu keduanya bisa terlihat mirip. Perbedaan ukuran antara jantan dan betina dikenal sebagai dimorfisme seksual. Pada banyak spesies jakana, perbedaan ini terlihat bersama pola perkawinan yang disebut poliandri. Dalam pola tersebut, satu betina dapat kawin dengan lebih dari satu jantan dalam satu musim berbiak. Sementara itu, pejantan mengambil peran besar dalam pengeraman telur dan perawatan anak. Ada pula variasi dalam famili ini. Jakana kecil, misalnya, dikenal memiliki pola perkawinan monogami. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa burung dengan bentuk kaki dan habitat serupa dapat memiliki cara berbeda dalam membentuk pasangan dan membagi tugas ketika berbiak.
Sarang Tipis Menyatu dengan Vegetasi Terapung
Jakana membangun sarang dari bahan tumbuhan di atas vegetasi air. Bentuknya relatif tipis dan dapat terlihat seperti tumpukan kecil di antara daun serta batang. Telurnya juga punya ciri yang membantu penyamaran. Garis gelap dengan pola tidak beraturan membuat permukaan telur lebih sulit dibedakan dari bahan tumbuhan di sekitarnya. Dari kejauhan, misalnya, guratan pada cangkang dapat membaur dengan bayangan batang atau potongan daun. Lokasi sarang memperlihatkan bagaimana jakana memanfaatkan permukaan yang sama untuk kegiatan berbeda. Pada siang hari, rumpun tanaman dapat menjadi tempat mencari serangga. Di bagian lain, vegetasi yang mengapung menyediakan tempat untuk bertelur. Begitu telur berada di sarang, pejantan berperan penting dalam menjaganya selama masa pengeraman.
Baca Juga : Ikan Barreleye Berkepala Transparan, Rahasia Penglihatannya Bikin Ilmuwan Takjub
Pejantan Mengerami Telur dan Membawa Anak di Bawah Sayap
Pada banyak spesies jakana, burung jantan mengerami telur dan merawat anak setelah menetas. Saat mengeram, pejantan dapat menempatkan telur di antara sayap dan tubuhnya. Sementara itu, pada beberapa spesies, pejantan juga bisa membawa anak di bawah sayap ketika perlu berpindah ke tempat yang lebih aman. Dari luar, pemandangan itu dapat terlihat seperti kaki-kaki kecil yang mencuat dari bawah tubuh burung dewasa. Gerakan ini menunjukkan bahwa sayap berperan dalam pengasuhan sejak telur belum menetas. Ketika anak masih kecil, ruang di bawah sayap dapat membantu pejantan memindahkannya di antara rumpun tanaman. Bagi pengamat yang melihat burung dewasa bergerak di atas daun, kaki kecil yang terlihat sesaat bisa menjadi petunjuk bahwa ia sedang membawa anak.
Anakan Jakana Bisa Bersembunyi di Bawah Permukaan Air
Anakan jakana juga memiliki cara berlindung ketika menghadapi gangguan. Mereka dapat menyelam dan bertahan dengan hanya menyisakan paruh di atas permukaan. Posisi ini memungkinkan anak burung tetap bernapas sambil menyembunyikan sebagian besar tubuhnya. Beberapa jakana dewasa juga dapat menggunakan cara serupa. Di antara rumpun tanaman, tubuh kecil yang terendam jauh lebih sulit terlihat daripada burung yang bergerak di atas daun. Perilaku tersebut memperlihatkan dua cara jakana memanfaatkan lingkungan perairan. Saat mencari makan, permukaan air menyediakan jalur melalui daun dan batang. Namun, ketika perlu berlindung, ruang di bawah permukaan memberi tempat bersembunyi. Karena itu, anak jakana yang mendadak hilang dari pandangan bisa saja masih berada dekat pijakan terakhirnya.
Burung Sepatu Teratai Bermigrasi di Sebagian Wilayah Jelajahnya
Sebagian besar spesies jakana memiliki sayap membulat dan ekor pendek. Saat berpindah di sekitar habitat, penerbangannya cenderung lambat. Banyak spesies juga menetap atau hanya bergerak dalam wilayah yang relatif terbatas. Namun, burung sepatu teratai menunjukkan pola berbeda. Populasi di bagian utara wilayah jelajahnya dapat bermigrasi menuju Semenanjung India dan Asia Tenggara. Perbedaan ini membantu menjelaskan mengapa keberadaan jakana di suatu wilayah dapat berubah mengikuti musim. Di satu tempat, burung ini bisa menempati vegetasi air dalam jangka panjang. Di tempat lain, kehadirannya bisa berkaitan dengan perpindahan musiman. Saat burung sepatu teratai singgah di lahan basah, ciri yang paling mudah diamati tetap sama, yakni jari panjang yang terbuka lebar setiap kali menginjak daun.