Pelepasan Hiu Macan Tutul di Laut Thailand, Ada Juga di Maratua
Jelajah Fauna – Hiu macan tutul (Stegostoma tigrinum), atau dikenal juga dengan sebutan hiu zebra, adalah spesies hiu pesisir yang hidup di perairan dangkal berpasir. Namun, populasinya kini menurun drastis dan masuk dalam daftar spesies yang terancam punah. Penurunan ini disebabkan oleh penangkapan ikan berlebihan dan hilangnya habitat alami mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan hiu macan tutul semakin terancam, meskipun mereka berkembang biak dengan baik di akuarium. Hal ini mendorong perlunya upaya konservasi untuk melindungi spesies ini.
Thailand Lepaskan Hiu Macan Tutul ke Laut
Pada Desember 2025, Thailand melakukan upaya konservasi dengan melepaskan hiu macan tutul indo-pasifik ke perairan lepas pantai Pulau Maiton, di Thailand Selatan. Empat ekor anak hiu, yaitu Maiton, Hope, Spot, dan Toty, dilepaskan setelah dibesarkan di akuarium selama hampir dua tahun.
Mereka menjalani pelatihan di kandang laut untuk membantu mereka beradaptasi dengan kondisi alam. Metavee Chuangcharoendee, manajer proyek StAR Project Thailand, menjelaskan bahwa kandang laut ini memungkinkan hiu beradaptasi dengan lingkungan alami.
Persiapan Sebelum Pelepasan
Sebelum dilepaskan, hiu-hiu tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka siap untuk kembali ke laut. Pemeriksaan ini meliputi ultrasonik untuk memeriksa kondisi internal tubuh, pemasangan alat pelacak akustik, dan pengambilan sampel DNA untuk penelitian lebih lanjut.
Baca Juga : Tarsius: Primata Kecil Bermata Besar dari Sulawesi
Upaya ini didukung oleh peraturan perlindungan spesies terancam di Thailand. Metavee menekankan pentingnya melindungi habitat, mengurangi polusi, dan meningkatkan pengelolaan sumber daya laut untuk kelangsungan hidup hiu macan tutul.
Hiu Macan Tutul di Indonesia: Maratua Menjadi Lokasi Penampakan
Selain di Thailand, hiu macan tutul juga ditemukan di perairan Indonesia, khususnya di Raja Ampat dan Pulau Maratua, Kalimantan Timur. Keberadaan mereka sempat menjadi sorotan setelah beberapa penyelam mengabadikan momen langka saat bertemu dengan hiu ini di perairan Maratua.
Indonesia juga melakukan langkah konservasi melalui program ReShark yang bertujuan untuk mengembalikan hiu terancam punah ke habitat aslinya. Program ini bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional, termasuk IUCN Shark Specialist Group dan Conservation International.
Ciri Khas Hiu Macan Tutul
Hiu macan tutul memiliki bintik gelap berbentuk pelana di punggungnya, yang menjadi ciri khas utama. Mereka adalah pemakan dasar yang memangsa invertebrata, ikan kecil, dan kepiting. Hiu ini termasuk dalam spesies yang tumbuh lambat, sehingga mereka membutuhkan waktu lama untuk mencapai ukuran dewasa.
Saat ini, hiu macan tutul tercatat sebagai spesies yang terancam punah, sehingga upaya konservasi semakin mendesak untuk memastikan keberlanjutan spesies ini.
Perlindungan Hiu Macan Tutul di Laut
Upaya konservasi yang dilakukan oleh Thailand dan Indonesia untuk melindungi hiu macan tutul menunjukkan komitmen global dalam menjaga keberagaman hayati laut. Pelepasan hiu macan tutul kembali ke habitat alami dan program ReShark merupakan langkah penting untuk melindungi spesies ini dari kepunahan. Dengan kolaborasi internasional, diharapkan populasi hiu macan tutul dapat pulih dan terus berkembang.