Mengenal Vampire Squid, Penghuni Gelap Samudra yang Misterius
Jelajah Fauna – Vampire squid atau Vampyroteuthis infernalis dikenal sebagai salah satu makhluk laut paling unik. Meski namanya terdengar menyeramkan, hewan ini justru memiliki perilaku yang jauh dari agresif. Ia tidak berburu atau menyerang. Sebaliknya, ia mengandalkan partikel sisa organisme mati sebagai makanan utama.
Habitat yang Ekstrem, Adaptasi yang Luar Biasa
Makhluk ini hidup di kedalaman 600 hingga 900 meter di bawah permukaan laut. Di zona ini, cahaya hampir tidak ada, suhu sangat rendah, dan tekanan air luar biasa tinggi. Namun, vampire squid justru berkembang baik di lingkungan ekstrem tersebut. Ia memiliki organ bioluminesensi, semacam sistem cahaya alami yang membantunya bertahan dan mengelabui pemangsa.
baca Juga : Burung Secretarybird Pemburu Ular yang Langka
Tidak hanya itu, tubuhnya lembut dan fleksibel. Gerakannya lambat namun efisien untuk menghemat energi. Menariknya, meski disebut cumi-cumi, hewan ini lebih dekat ke gurita dalam klasifikasi ilmiah. Tapi, ia juga memiliki dua filamen sensorik panjang yang tidak ditemukan pada gurita maupun cumi biasa. Ini membuatnya benar-benar unik.
Penampilan Aneh, Fungsi Genetik Menakjubkan
Vampire squid dijuluki “gurita kelelawar” di Jepang, atau kōmori dako. Julukan ini merujuk pada bentuk tubuhnya yang menyerupai jubah hitam. Jubah tersebut dapat menutup tubuhnya sepenuhnya saat merasa terancam. Selain tampilannya yang eksotis, ilmuwan juga tertarik pada nilai genetika yang dikandungnya.
Baca Juga : Trenggiling Sunda, Hewan Pemalu yang Jadi Incaran Perdagangan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa struktur genetik vampire squid jauh lebih kuno dibandingkan cephalopoda modern lainnya. Karena itu, spesies ini disebut fosil hidup. Dengan genom yang sangat stabil, ia menawarkan jendela penting untuk memahami asal-usul cumi dan gurita.
Vampire squid kini menjadi lebih dari sekadar hewan unik. Ia adalah kunci untuk membuka rahasia evolusi yang telah lama hilang di kedalaman laut.